Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Saturday, August 27, 2022

Beberapa Contoh Teks Berita sesuai dengan Unsur 5W+1H

Peningkatan Ekonomi Hungaria

Pertumbuhan perekonomian Hungaria dalam 5 tahun terakhir mencapai titik 6 hingga 9 persen per tahun. Kondisi ini dipengaruhi adanya kegiatan pengembangan industri energi bertenaga surya yang masif untuk segmen menengah ke atas. Pemerintah sebelumnya telah memberikan kredit untuk pengusaha senilai kurang lebih US$20 juta.

Pendapatan per kapita penduduk Hungaria sendiri meningkat beberapa kali lipat, berdasarkan data yang dikumpulkan badan pusat statistik setempat. Penurunan jumlah penduduk miskin juga terjadi secara signifikan.

Penjelasan :

Unsur 5W+1H dari contoh teks berita di atas adalah sebagai berikut.

• What : Jumlah penduduk miskin berkurang

• Who : masyarakat Hungari

• Why : terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi

• When : 5 tahun terakhir

• Where : Hungaria

• How : pengembangan industri dengan kredit dari pemerintah sebesar US$20 juta


Contoh  berita tentang kegiatan HUT RI

Suasana perlombaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 di Komplek Grand Sutera Kota Serang

Suasana penuh kegembiraan mewarnai perlombaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 yang dilaksanakan warga Komplek Grand Sutera, Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu 17 Agustus 2022.

Semyum semringah sudah mewarnai wajah warga Grand Sutera sejak pagi hari. Berduyun-duyun warga berkumpul di lapangan bulutangkis, Blok B, Komplek Grand Sutera.

Warga memulai acara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-177 dengan acara karnaval mengelilingi komplek. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan beragam perlombaan. 

Perlombaan digelar mulai dengan kategori anak-anak hingga dewasa. Lomba untuk anak dimulai dengan lomba mewarnai. Kemudian lomba anak seperti makan kerupuk, memasukan paku ke dalam botol dan lainnya.

Perlombaan semakin seru, ketika sang anak dan orang tuanya, melakukan lomba makan kerupuk. Semuanya tampak semringah dengan kekocakan yang disajikan para peserta lomba.

Pasalnya di perlombaan ini sang anak dan orang tua harus kompak untuk menghabiskan kerupuk yang ditali di arena lomba.

Perlombaan semakin seru dengan permainan kelompok estafet tepung. Soalnya, tak sedikit tepung yang jatuh ke muka peserta. 

Ketua RT Blok B Komplek Grand Sutera Kota Serang Didi Mufrofi mengatakan, perlombaan dilakukan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77.

"Semua sebagai sarana memperingati hari kemerdekaan sekali ajang silaturahmi sesama warga agar semakin akrab," katanya.***

Unsur 5W 1H yang terdapat dalam contoh teks berita diatas adalah 

What (Apa) : Berbagai perlombaaan Memeriahkan HUT RI ke-77 

- Where (Dimana) : Komplek Grand Sutera, Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang

- Who (Siapa) : Warga Masyarakat Komplek Grand Sutera

- When (Kapan) : Rabu 17 Agustus 2022

- Why (Mengapa) : Memeriahkan HUT RI ke-77 sekaligus mempererat silaturahmi warga

- How (Bagaimana) : Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-77 warga Grand Sutera gelar berbagai perlombaan mulai anak-anak hingga bapak-bapak.


Contoh Berita dan Penjelasan 5 W + 1H

Judul : Pemerintah Putuskan Bubarkan dan Larang Kegiatan Ormas HTI

Pemerintah memutuskan untuk membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dalam jumpa pers yang diadakan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat pada hari senin tanggal 8 Mei 2017, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menuturkan, keputusan tersebut telah melalui satu proses pengkajian yang panjang.

Pembubaran HTI bukan tanpa alasan yang jelas. Setidaknya ada 3 alasan mengapa pemerintah berencana untuk membubarkan HTI.

Alasan pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas. 

Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

“Mencermati berbagai pertimbangan diatas, serta menyerap aspirasi masyarakat, Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI,” tutur Wiranto.

Menanggapi rencana pembubaran HTI, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto sebelumnya meminta pihak yang menyebutkan HTI anti-Pancasila agar membuktikan pernyataannya.

“Sekarang kalau kami dibilang anti-Pancasila, coba bisa tunjukkan enggak di mana kami menyebut anti-Pancasila?” ujar Ismail, Rabu 3 Mei 2017. 

What (Apa) : Pemerintah membubarkan dan melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia

When (Kapan) : senin tanggal 8 Mei 2017

Who ( Siapa) : Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto

Where (Dimana) : Jakarta Pusat

Why (Mengapa) : HTI terindikasi bertentangan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia

How (Bagaimana) : Pemerintah mengumumkan pembubaran HTI lewat jumpa pers 

****

Contoh berita kegiatan HUT RI (2)

Kegiatan HUT RI ke 74 di Desa Purworejo

Berbagai macam agenda disiapkan oleh karang taruna desa Purworejo untuk peringatan acara kemerdekaan Indonesia yang ke 74 1 Agustus 2021.

Karang taruna menyusun berbagai macam acara menarik untuk masyarakat Desa Purworejo.

Acara-acara tersebut diantaranya lomba sepak bola, panjat pinang, serta senam massal.

Acara ini nantinya digelar di Lapangan Desa untuk memudahkan mobilisasi masyarakat yang antusias mengikuti.

Lomba sepak bola digelar antar RW, dan diikuti oleh bapak-bapak yang antusias dalam acara ini. 

Lomba sepak bola adalah salah satu agenda yang digelar setiap minggu. Lomba ini sudah dimulai sejak pertengahan bulan tujuh, dan babak akhir akan diadakan pada dua belas Agustus.

Hadiah yang diperoleh juga tidak main-main. Seekor kambing menjadi hadiah utama dalam lomba sepak bola ini.

Acara final adalah senam massal dan panjat pinang. Senam masal bebas diikuti oleh semua masyarakat.

Senam massal akan digelar pada 20 Agustus dan diikuti lomba panjat pinang. Senam massal akan digelar pada pagi hari, lalu sore hari akan baru lomba panjat pinang.

Senam masal mengundang salah satu instruktur senam handal dari Kabupaten.

Selain olahraga bersama, acara senam masal juga dihibur dengan musik electone yang dipimpin oleh salah satu anggota karang taruna. 

Ratusan doorprize juga disiapkan guna menarik perhatian ibu-ibu yang mengikuti acara.

Lomba panjat pinang merupakan permintaan dari pemuda-pemuda desa Purworejo.

Lomba ini seperti menjadi kebiasaan yang harus ada disetiap perayaan HUT RI. Pohon pinang yang digunakan didatangkan langsung dari kabupaten Kediri.

Hadiah yang digantung nantinya juga bermacam-macam. Mulai dari uang, peralatan sekolah, peralatan dapur, serta beberapa kaos.

Persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari. Ini adalah kali ketiga karang taruna ikut andil dalam merayakan peringatan HUT RI.

Sebagian besar adalah acara olahraga. Karang Taruna berharap dengan adanya acara ini, masyarakat terpacu untuk sadar tentang kesehatan mereka.

Contoh berita diatas merupakan salah satu contoh berita langsung. Mari kita bedah mengenai unsur-unsur berita.

What (Apa) : peringatan HUT RI

Where (Dimana) : Desa Purworejo

Who (Siapa) : Karang Taruna Desa Purworejo

When (Kapan) : Berita dimuat pada 1 Agustus

Why (Mengapa) : Berbagai macam acara disiapkan untuk merayakan HUT RI yang ke 74

How (Bagaimana) : Acara peringatan dimulai dengan lomba sepak bola antar RW lalu senam massal dan lomba panjat pinang.

***

Contoh Teks Berita Tentang Kecelakaan Lalu Lintas

Tabrakan beruntun terjadi di kawasan ring road Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis 14 Mei 2020 petang.

Seperti dilansir dari Antara di lokasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan melibatkan dua unit kendaraan pribadi, satu unit mobil box dan satu unit truk.

“Pas mau buka puasa tadi kecelakaannya,” kata seorang saksi mata, Namyra.

Saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tabrakan tersebut. Sementara petugas kepolisian masih melakukan evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari video yang beredar, terlihat sebuah minibus hitam ringsek meninpa minibus lainya.

What (Apa) : Tabrakan beruntun kendaraan

Where (Dimana) : di kawasan ring road Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan

Who (Siapa) : Dua unit kendaraan pribadi, satu unit mobil box dan satu unit truk

When (Kapan) : Kamis 14 Mei 2020

Why (Mengapa) : Kecelakaan

How (Bagaimana) : Kecelakaan yang terjadi melibatkan 4 kendaraan

Demikian ulasan mengenai kumpulan contoh teks berita, mengandung unsur 5W 1H, what, who, when, where, why, how, yuk simak.***

……….

Kebakaran Landa Pasar Sukaramai Pekanbaru

Kebakaran terjadi di pasar Sukaramai Pekanbaru Riau, Selasa sore (8/12/15) membuat panik pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. (What, Where, When)

Api menghanguskan kios dan toko pedagang di lantai dasar. Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena terhambat kepulan asap hitam. (What, Why)

Untuk memadamkan api petugas berusaha menembus ruangan yang terbakar di lantai dasar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polresta Pekanbaru. (How, Why)

………

Puluhan Hektare Tambak dan Sawah di Lamongan Terendam Banjir

Puluhan hektar lahan tambak dan tanaman padi di dua Kecamatan di Lamongan Jawa Timur terendam banjir akibat jebolnya tanggul sungai Pelalangan. Tambak dan lahan padi yang terendam ini membuat petani merugi. (What, Where)

Tanggul sungai Pelalangan di Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Jawa Timur, Senin malam (15/12/15) jebol setelah diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Lamongan Selatan. Tanggul sungai jebol sepanjang 10 meter sehingga membuat air menggenangi puluhan hektar lahan tambak dan tanaman padi di Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Turi. (When, Why)

Menurut salah seorang petani, tanggul mulai jebol sekitar jam 09.00 malam akibat luapan sungai Pelalangan yang terus meluber. Jebolnya tanggul ini merupakan yang kedua kalinya terjadi. Bahkan, tahun lalu rumah warga juga sempat terendam banjir. (How)

Para petani di Desa Plosowahyu merasa resah karena sejumlah titik tanggul di desanya juga mulai retak-retak-retak dan rawan jebol. Mereka hanya berharap pemerintah Kabupaten Lamongan segera memperbaiki tanggul agar petani tidak terus merugi. (Who)

Akibat banjir yang merendam lahan tambak dan tanaman padi ini, petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. (Who)

……………


Temukan Pelanggaran, KPU Poso Gelar Pemilihan Ulang

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menggelar pemilihan ulang pada Sabtu, (12/12/2015), menyusul temuan pelanggaran saat tanggal 9 Desember lalu. (What, When, Why)

Sebanyak 549 pemilih di TPS 3 di salah satu kelurahan di Kecamatan Poso Kota Utara memilih ulang. (Where)

Panwaslu Kabupaten Poso mengatakan pemilihan ulang diputuskan setelah ada pelanggaran oleh salah seorang pemilih yang menerima lebih dari 1 surat suara (Why)

Dalam pemilihan ulang penyelenggara juga mengganti ketua dan seluruh anggota KPPS. Pelaksanaan pemilihan ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Poso yang di ikuti 4 pasangan berjalan dengan lancar dengan penjagaan dari aparat kepolisian. (How)



-----

Jadi Desa Digital QRIS, Rambeanak Semakin Mantap Jadi Penunjang Borobudur

bekerjasama dengan Bank Indonesia meluncurkan Desa Digital QRIS di Rambeanak, sebuah desa dekat Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (31/10/2021). Peresmian ini sekaligus menyambut dibukanya kembali pariwisata Indonesia di tengah turunnya kasus Covid-19 di Tanah Air.

Rambeanak merupakan salah satu desa wisata pendukung Borobudur. Desa ini bisa dicapai hanya sekitar 15 menit dari candi kuno tersebut. Selain itu, Rambeanak, yang memiliki alam asri, memproduksi beras dan tembakau. Di sana juga terdapat UMKM yang menghasilkan berbagai macam kerajinan ijuk, cipring, wingko babat, dan lain-lain.

Dari segi wisata, Desa Rambeanak terkenal dengan Arung Jeram Sungai Elo, field trip desa, Pasar Gedhangan, dan ziarah Makam Si Mbah Kuning Ijo.

“Digitalisasi di Desa Rambeanak membawa angin perubahan yang segar. Warga jadi antusias untuk belajar segala macam hal tentang keuangan dan sistem pembayaran digital," kata Muhammad Maftufudin, Kepala Desa Rambeanak yang ditemui di sela-sela peresmian Desa Digital QRIS.***

Saturday, June 12, 2021

Cara Membuat Gambar Cerita

Tahukan kamu apa yang dimaksud gambar cerita? Pasti tahu dong.... ya, benar, gambar cerita adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa. Fungsi dari gambar cerita adalah memperjelas alur atau isi cerita, memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang, menarik perhatian, menambah nilai artistik/keindahan dan sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya.

Nah bentuk suatu obyek gambar cerita itu dapat berupa gambar manusia, tumbuhan dan hewan. Gambar-gambar tersebut bisa berdiri sendiri atau bisa gabungan dari berbagai obyek yang berbeda. Obyek sebuah gambar cerita disesuaikan dengan narasi atau tema yang telah dibuat.


Manfaat Gambar cerita untuk memudahkan pembaca untuk memahami suatu cerita, tulisan, maupun informasi lainnya. Seperti contoh komik dan karikatur. Fungsi dari gambar cerita ini bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan cerita. Gambar cerita yang baik merupakan ilustrasi yang bisa merangsang serta membantu pembaca untuk berimajinasi tentang cerita,


Untuk membuat sebuah gambar cerita yang baik memerlukan cara dan langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang bisa dilakukan. 

Beberapa langkah dalam menggambar cerita antara lain sebagai berikut.


1. Persiapan Bahan dan Alat

Sebelum menyiapkan bahan dan alat, sebaiknya tentukan dahulu jenis teknik yang akan kamu gunakan, teknik basah atau teknik kering? Setelah itu, persiapkan alat dan bahannya.

Alat dan Bahan

Menggambar cerita dengan teknik kering, tidak perlu menggunakan pengencer seperti air. Cerita dibuat langsung pada kertas gambar. Mula-mula dibuat sketsa atau rancangan gambar yang menggambarkan sebuah cerita. Setelah itu, diberikan garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan. Beberapa contoh media kering yang biasa digunakan antara lain:

Pensil, Pensil yang digunakan dalam menggambar cerita, biasanya adalah pensil ukuran 2B sampai 6B.

Krayon. Krayon memiliki beragam variasi warna. Krayon merupakan campuran antara lilin dan bahan pewarna yang aman untuk anak-anak. Krayon digunakan untuk menggambar cerita yang memerlukan variasi warna. 

Pulpen atau Spidol. Pulpen atau spidol juga digunakan untuk menggambar cerita dengan karakter yang tegas pada garis-garis.


Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain, cat air, tinta, atau media lain yang memerlukan air sebagai pengencer. Cerita dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas. Setelah itu, baru diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan. Teknik basah memerlukan beberapa alat dan bahan seperti cat air, cat poster, tinta bak atau tinta Cina, berbagai jenis kuas, dan palet cat air. Berikut adalah contoh gambar cerita yang dibuat dengan menggunakan teknik basah


2. Menentukan Tema

Tema berkaitan erat dengan objek gambar. Ketika memutuskan menggambar dengan tema tertentu langkah selanjutnya adalah mencari objek gambar. Objek gambar bisa berupa benda mati maupun benda hidup. Benda hidup yang menjadi objek gambar adalah manusia, tumbuhan, dan hewan. Pemilihan tema akan menentukan gambar yang akan dibuat. Penentuan tema dapat dilakukan dengan melihat lingkungan sekitar atau pengalaman diri sendiri dan orang lain.


3. Pembuatan Sketsa

Langkah membuat sketsa sangat berpengaruh bagi tahap-tahap menggambar selanjutnya. Jika sketsa yang dibuat tidak maksimal maka nanti setelah diolah lebih lanjut obyek yang dibuat akan terlihat kurang bagus. Karena itu pembuatan sketsa tentu perlu dikerjakan sebaik mungkin. Setelah menentukan tema langkah selanjutnya yaitu membuat sketsa. Sketsa sebaiknya dibuat lebih dari satu agar kita dapat memilih yang terbaik.


4. Penyelesaian Gambar

Dari beberapa sketsa yang dibuat dapat dipilih satu yang menurutmu paling baik. Kemudian, sempurnakan dengan menghapus garis-garis yang tidak perlu dan menambah garis atau coretan yang dirasa perlu agar gambar  tampak lebih hidup.


Jika sudah mantap, warnai gambarmu dengan rapi. Kamu dapat mewarnai dengan teknik basah atau teknik kering. Pewarnaan dengan teknik basah menggunakan cat air, cat minyak, atau tinta. Sebaliknya, pewarnaan dengan teknik kering menggunakan pensil warna, krayon, atau oil pastel.

Penyelesaian Gambar

Ada dua macam teknik pewarnaan, yaitu pewarnaan basah dan pewarnaan kering. Teknik pewarnaan basah ialah pewarnaan menggunakan media yang memerlukan pengencer, misalnya tinta, cat air, atau cat minyak. Sebaliknya, teknik pewarnaan kering ialah pewarnaan menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer, misalnya pensil warna, krayon, atau oil pastel.


Contoh Gambar Kerja Sama


Gambar di atas merupakan gambar dari sebuah cerita tentang dua orang anak yang sedang bekerja sama menyelesaikan menyelesaikan tugas mewarnai.

Wednesday, March 18, 2020

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan dalam Negosiasi


Apa yang DImaksud Negoisasi?

Sardjono, (2009) menyatakan negosiasi berasal dari bahasa Inggris, negotiation. Artinya perundingan. Perundingan dapat juga diartikan sebagai musyawarah untuk mufakat. Negosiasi merupakan suatu usaha untuk membangun kerja sama antara beberapa pihak.

Pihak tersebut melakukan negosiasi untuk mendatangkan keuntungan bersama dengan jalan persuasif, bukan dengan jalan represif atau intimidasi. Lebih lanjut, negosiasi dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk membangun kesepahaman terhadap suatu permasalahan.
Negosiasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Darmayanti, 2007) merupakan proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain.
Negosiasi dapat berlangsung apabila terdapat dua orang atau lebih yang hendak bertukar pikiran untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi bersama. Pada umumnya, negosiasi digunakan ketika terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan secara sendirian atau dihadapi dengan cara bersama – sama.
Terdapat hal diinginkan dalam suatu negosiasi yaitu pertukaran pendapat antara dua belah pihak secara terarah. Namun, hal tersebut dapat terjadi jika peserta yang hadir dalam kegiatan negosiasi tersebut menyadari akan tugas masing – masing dan terbuka terhadap pendapat orang lain.


Yustinah dan Iskak (2008) menyatakan bernegosiasi merupakan suatu proses tawar menawar dengan cara berunding untuk memberi atau menerima dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain.
Tim Guru Eduka (2015) menyatakan bahwa negosiasi merupakan suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui suatu diskusi formal. Negosiasi merupakan suatu proses dimana kedua belah pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen kerja sama dan kompetisi.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa negosiasi merupakan suatu cara yang ditempuh oleh kedua belah pihak untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara bertukar pikiran untuk mencapai musyawarah untuk mufakat.
Demikian penjelasan tentang pengertian negosiasi, selanjutnya akan dijelaskan tentang proses negosiasi.
Bagaimana Proses Negosiasi
Tim Guru Eduka (2015) menyatakan proses negosiasi terdiri dari
§  Pihak yang memiliki program atau pihak pertama yang menyampaikan maksud dengan kalimat yang santun, jelas, dan terperinci.
§  Pihak mitra bicara menyanggah mitra bicara dengan cara santun dan tetap menghargai pihak yang pertama.
§  Pemilik program mengemukakan argumentasi dengan menggunakan kalimat yang santun dan meyakinkan mitra bicara.
Setelah memahami tentang proses negosiasi, selanjutnya akan dijelaskan tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi.
Hal – Hal yang Harus Diperhatikan dalam Negosiasi
Darmayanti (2007) menyatakan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menyampaikan pendapat dalam negosiasi, yaitu:
§  Pendapat yang disampaikan dengan lancar, jelas, dan sopan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami pendapat yang disampaikan.
§  Pendapat yang disampaikan disertai dengan alasan, fakta, atau contoh yang jelas. Hal ini bertujuan agar apa yang disampaikan berdasarkan pada alasan yang dapat diterima secara rasional dan benar adanya.
§  Menyampaikan pendapat dengan intonasi dan suara yang keras agar dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain. Penyampaian pendapat dengan intonasi dan suara yang kurang keras, akan menyebabkan pembaca kesulitan dalam mendengar dan memahami hal yang disampaikan.
§  Kejelasan dalam menyampaikan pendapat. Pendapat yang disampaikan dengan jelas akan menjadikan orang lain percaya dan yang diajak negosiasi dapat memahami yang disampaikan.
Jika kita telah mengetahui tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi. Kemudian, apa saja objek yang dijadikan sasaran dalam negosiasi. Berikut ini penjelasannya.
Sardjono, (2009) menyatakan ada beberapa objek yang dinegosiasikan oleh kedua belah pihak, yaitu produk, gagasan, dan solusi masalah.
Setelah memahami tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi dan objek yang menjadi sasaran untuk dinegosiasikan oleh kedua belah pihak. Selanjutnya apakah tujuan dari pelaksanaan negosiasi?
Tujuan Negosiasi
Sardjono, (2009) menyatakan tujuan negosiasi untuk mendelegasikan suatu kepentingan pada pihak yang lain. Namun, pendelegasian ini dapat terlaksana jika kedua belah pihak memiliki korelasi dalam sumber daya alam yang dimiliki.
Selain itu, negosiasi juga bertujuan untuk mendapatkan simpati dari suatu gagasan yang sedang ditawarkan. Secara implisit tujuan dari negosiasi berhubungan dengan marketing. Marketing yang dimaksud bukan hanya berkaitan dengan barang konsumtif, namun juga pelayanan jasa dan penyelesaian masalah.
Lebih lanjut, tujuan negosiasi yaitu menjual produk atau gagasan, mempelajari tawaran klien atau seseorang, menawarkan suatu solusi permasalahan, dan menyelesaikan suatu masalah.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan jangka panjang dari proses negosiasi yaitu penyelesaian masalah. Sedangkan tujuan jangka pendek dari proses negosiasi yaitu menawarkan suatu alternatif solusi yang dapat disepakati bersama untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Setelah dijelaskan tentang tujuan dari negosiasi, selanjutnya bagaimana prinsip dalam pelaksanaan negosiasi?
Prinsip Negosiasi
Sardjono, (2009) menyatakan prinsip negosiasi yaitu
Transparansi merupakan kejujuran. Namun, bukan berarti tidak diperbolehkan menentukan taktik. Taktik yang dilakukan bukanlah suatu kebohongan.
Dalam suatu negosiasi, seorang dapat menentukan suatu taktik yang tidak mengandung unsur kebohongan. Hal tersebut disebabkan akan dapat merugikan pihak lain yang terlibat dalam negosiasi.
Akuntabilitas merupakan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, seseorang yang melakukan negosiasi hendaknya konsekuen dengan yang dikatakan.
Dengan konsekuen atas apa yang dikatakan, maka pihak – pihak yang melakukan negosiasi tersebut dinilai dapat dipertanggungjawabkan perkataannya. Akibatnya, pihak yang diajak bernegosiasi akan memberikan kepercayaan terhadap orang tersebut.
Keadilan yang dimaksudkan yaitu pembagian porsi dalam suatu kerja sama harus adil. Dalam negosiasi hendaknya tidak memberikan pihak pada oknum tertentu, yang dinilai lebih memiliki kepentingan.
Saling menghargai dan menghormati ini bertujuan untuk membina hubungan baik dengan partner. Sikap saling menghargai dan menghormati hendaknya juga ditunjukkan, ketika melakukan negosiasi.
Ketika ada yang menyampaikan pendapatnya, hendaknya pihak lain yang mendengar juga menghargai dan menghormati yang disampaikan. Bagaimana cara menunjukkan sikap tersebut.
Salah satunya dengan cara tidak memotong pembicaraan, ketika ada yang menyampaikan pendapat. Karena perbuatan yang demikian, dinilai kurang menghargai orang lain.
Demikian materi pelajaran tentang negosiasi. Semoga bermanfaat
Sumber:
  1. Tim Guru Eduka. 2015. Mega Book Pelajaran SMA/MA IPA. Jakarta: Cmedia.
  2. Darmayanti, N. 2007. Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madia. Bandung: Grafindo.
  3. Sardjono, T. 2009. 8 Langkah Sukses Negosiasi. Depok: Raih Asa Sukses.
  4. Yustinah dan Iskak, A. 2008. Bahasa Indonesia Tataran Madia untuk SMK dan MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga.





Saturday, March 14, 2020

Cara Penggunaan Tanda Titik dan Tanda Koma

Penggunaan Tanda Titik dan Tanda Koma
Tanda baca titik (.) dan tanda koma (,) merupakan tanda baca yang tidak bisa dilepaskan dalam dunia tulis-menulis. Terlihat sederhana, namun kadang sengaja atau tidak sengaja terkadang kita lupa atau keliru kapan dan dimana menggunakannya.

Berikut pelajaran tentang menggunakan tanda baca titik dan tanda koma (BUKAN TANDA TITIK KOMA (;) , yaaa...) dan kapan kita tidak boleh menggunakan tanda titik dan juga tanda koma.

Tanda titik dalam bahasa Indonesia digunakan untuk:
1. Tanda titik digunakan di akhir kalimat pernyataan.
a. Ibu memasak di dapur.
b. Ayah pergi ke kantor.

2. Tanda titik digunakan di belakang angka di suatu bagan atau daftar
a. Tabel 2.4 menunjukkan perilaku menyimpang manusia di abad 21.
b. Gambar 4.1 Contoh Kolokasi Leksikal dan Kolokasi Gramatikal

3. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik
a. Lorenzo finis dengan catatan waktu 01.10.05
b. Sisa waktu bom akan meledak adalah 02.25.02

4. Tanda titik digunakan untuk daftar pustaka
Setyawan, Aan. 2019. Kolokasi Hitam dan Putih dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia.

5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan yang menunjukan jumlah
a. Jumlah penduduk Indonesia berkisar 250.000.000
b. Jakarta berpenduduk 7.000.000 pada tahun 2019

6. Tanda titik digunakan untuk singkatan nama orang
Aan S.
Riska N. Hayu

7. Tanda titik digunakan untuk singkatan gelar, jabatan, dan sapaan
Dr. Aan Setyawan, M.Hum
Bpk. Kapolda

8. Tanda titik digunakan untuk singkatan yang sudah lazim
dll.
dst.


Sementara itu, tanda titik tidak boleh digunakan untuk hal-hal berikut ini:

1. Tanda titik tidak digunakan pada angka yang menggunakan tanda kurung untuk perincian
Faktor kepunahan bahasa, yaitu (1) ketidakpedulian, (2) ekonomi, dan (3) politik.

2. Tanda titik tidak digunakan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran pada tabel atau grafik.
a. Tabel 4 Jenis-Jenis Vokal
b. Bagan 4.6 Bunyi Vokal e

3. Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan jika tidak menunjukkan jumlah
a. Andi lahir pada tahun 1988 di Purbalingga.
b. Nomor ponsel saya adalah 08978678987

4. Tanda titik tidak digunakan di belakang (1) alamat penerima dan pengirim surat serta (2) tanggal surat.
Yth. Direktur Pertamini
Jakarta, 21 November 2019

5. Tanda titik tidak digunakan untuk nama lembaga pemerintahan yang sudah resmi
DPR
UUD
PT

6. Tanda titik tidak digunakan untuk akhir judul karangan
Sebab-Sebab Perang Dunia II
Hasil Keputusan Sidang BPUPKI

Contoh Soal dalam ujian CPNS :

Cobalah kerjakan contoh soal penggunaan tanda titik berikut ini apakah benar atau salah:
1. Mereka bekerja di PT. BNI 46.
2. Namanya adalah Bpk Kardiman.
3. Faktor-Faktor Penyebab Belanda Kalah.
4. Lorenzo finis dengan catatan waktu 01;20;01
5. Ayah pergi ke kantor.
Jawaban yang benar adalah:
1. Salah, seharusnya PT
2. Salah, seharusnya Bpk.
3. Salah, seharusnya tanpa titik
4. Salah, seharusnya menggunakan titik
5. Benar.


Tanda koma dalam bahasa Indonesia digunakan untuk:
1. Tanda koma digunakan untuk perincian
a. Ayah membeli gergaji, pisau, dan cangkul.
b. Satu, dua, tiga!
2. Tanda koma digunakan sebelum kata hubung tetapi, melainkan, dan sedangkan
a. Saya suka menonton MotoGP, tetapi belum bisa menonton secara langsung.
b. Dia tetap tidak masuk, sedangkan gurunya telah melarangnya.
3. Tanda koma digunakan ketika anak kalimat terletak di awal kalimat
a. Meskipun Budi sakit, dia tetap masuk sekolah.
b. Karena dia baik hati, saya mau menolongnya.
4. Tanda koma digunakan adanya kalimat yang saling berhubungan.
a. Dia tidak pernah masuk sekolah. Oleh karena itu, dia tidak naik kelas.
b. Budi lahir dari keluarga pas-pasan. Meskipun demikian, dia berhasil sukses.
5. Tanda koma digunakan sebelum atau sesudah kata seru seperti ya, wah, oh, aduh, hai, dan sapaan
a. Wan, kapan Kamu lulus?
b. Wah, bagus ya!
6. Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dengan bagian lain
a. Kata ibu saya, “Belajarlah yang giat agar sukses.”
b. “Kita harus berani berkorban,” kata ayah saya.
7. Tanda koma digunakan untuk memisahkan tempat dan tanggal atau tempat dengan tempat lain yang ditulis berurutan
a. Jalan Praji 3A, Kel. Kelapa Dua Wetan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur.
b. Surabaya, 10 November 1945.
8. Tanda koma digunakan untuk memisahkan nama penulis dalam daftar pustaka
Setyawan, Aan. 2019. Kolokasi Hitam dan Putih dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia
9. Tanda koma digunakan untuk bagian catatan kaki
Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 90.
10`. Tanda koma digunakan di antara nama dan singkatan
Aan Setyawan, M.Hum.
11. Tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau rupiah dengan sen
15,7 m
Rp 750,00
12. tanda koma digunakan untuk keterangan tambahan atau oposisi
a. SBY, Presiden RI, gemar menyanyi.
b. Semua bunyi, baik vokal maupun konsonan, sangat penting.

Contoh Soal :

Cobalah jawab soal di bawah ini manakah yang benar dan manakah yang salah:
1. Budi membeli buku, pensil dan penggaris.
2. Pukul 02,00 kamu akan berangkat.
3. Di TMII, misalnya terdapat rumah adat seluruh Indonesia.
4. Luasnya adalah 68.9 m.
5. karena telat, saya tidak masuk.
Jawaban yang benar adalah:
1. Salah, seharusnya buku, pensil, dan penggaris
2. Salah, seharusnya 02.00
3. Salah, seharusnya , misalnya,
4. Salah, seharusnya 68,9 m
5. Benar

Apa ciri teks deskripsi dari segi tujuan dan objek yang dideskripsikan?

Apa ciri teks deskripsi dari segi tujuan dan objek yang dideskripsikan?

Ciri Objek yang dideskripsikan adalah :

  1. Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat  khusus  (objek  tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain).
  2. Objek yang  dideskripsikan bersifat pendapat personal. 


Ciri ini tergambar pada judul berisi objek pada konteks tertentu  (Si Bagas Kucingku, Ibuku Kebanggaanku). Hal yang dibicarakan khusus kucing bernama Bagas yang kemungkinan memiliki sifat berbeda dengan kucing-kucing yang lain. Demikian juga Ibu yang dideskripsikan memiliki tanggapan khusus sesuai dengan pendapat penulis tentang ibu yang bisa jadi berbeda dengan ibu pada umumnya)

Tujuan Menciptakan teks deskripsi :
  1. Menggambarkan objek dengan cara memerinci  objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis.
  2. Menggambarkan atau melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan  sehingga  pembaca  seakan-akan  melihat,  mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan. 
Ciri Isi Teks Deskripsi :
  • Isi teks deskripsi diperinci  menjadi perincian bagian-bagian objek 
  • Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret  (menggambarkan  wisata  yang  indah  akan  dikonkretkan  indahnya  seperti  apa, menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa). Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye) 
  • Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat  (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh).
Jenis teks deskripsi 
Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu:
  1. teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks 
  2. teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll). 
-------

Parangtritis nan Indah 

Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa  Yogyakarta.  Pantai  ini  terletak  sekitar 27  km  arah  selatan  Yokyakarta. 

Pemandangan  Pantai  Parangtritis  sangat  memesona.  Di  sebelah  kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok. 

Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan  secara  perlahan  matahari  seolah-olah  masuk  ke  dalam hamparan air laut. 

Banyaknya  wisatawan  yang  selalu  mengunjungi  Pantai  Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan kerumunan anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. 




Sunday, June 16, 2019

Pengertian dan Macam-macam Majas

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias ataupun konotasi.

Macam-macam Majas
Mengenai macam-macamnya, majas dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan.

Majas Perbandingan
Jenis majas ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

Dalam majas perbandingan, dibagi lagi menjadi beberapa subjenis, yaitu :

1. Personifikasi
Gaya bahasa ini seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia.

Contoh Majas: Daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku dan mengajakku untuk segera bermain di pantai.

2. Metafora
Yaitu meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan.

Contoh: Pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari komisaris perusahaan tersebut. Tangan kanan merupakan ungkapan bagi orang yang setia dan dipercaya.

3. Asosiasi
Yaitu membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti.

Contoh: Kakak beradik itu bagaikan pinang dibelah dua. Artinya, keduanya memiliki wajah yang sangat mirip.

4. Hiperbola
Yaitu mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal.

Contoh: Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah. Memeras keringat artinya bekerja dengan keras.

5. Eufemisme
Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus.

Contoh: Tiap universitas dan perusahaan sekarang diwajibkan menerima difabel. Difabel menggantikan frasa “orang cacat”.

6. Metonimia
Yaitu menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.

Contoh: Supaya haus cepat hilang, lebih baik minum Aqua. Aqua di sini merujuk pada air mineral.

7. Simile
Hampir sama dengan asosiasi yang menggunakan kata hubungan bak, bagaikan, ataupun seperti; hanya saja simile bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan.

Contoh: Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

8. Alegori
Yaitu enyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan.

Contoh: Suami adalah nakhoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Nakhoda yang dimaksud berarti pemimpin keluarga.

9. Sinekdok
Gaya bahasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Sementara itu, sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi.

Contoh:

Pars pro Toto: Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga kelihatan.

Totem pro Parte: Indonesia berhasil menjuarai All England hingga delapan kali berturut-turut.

10. Simbolik
Gaya bahasa yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dalam ungkapan.

Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum StudioBelajar.com
Contoh: Perempuan itu memang jinak-jinak merpati.

Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.

1. Litotes
Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan untuk merendahkan diri, meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.

Contoh: Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.

2. Paradoks
Yaitu membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.

Contoh: Di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.

3. Antitesis
Yaitu memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.

Contoh: Film tersebut disukai oleh tua-muda.

4. Kontradiksi Interminis
Gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.

Contoh: Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.

Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan kondisi. Jenis ini terbagi menjadi tiga subjenis, yaitu sebagai berikut.

1. Ironi
Yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.

Contoh: Rapi sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.

2. Sinisme
Yaitu menyampaikan sindiran secara langsung.

Contoh: Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.

3.Sarkasme
Yaitu menyampaikan sindiran secara kasar.

Contoh: Kamu hanya sampah masyarakat tahu!

Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembacanya agar menyetujui sebuah ujaran ataupun kejadian. Jenis ini dapat dibagi menjadi tujuh subjenis, yaitu sebagai berikut.

1. Pleonasme
Yaitu menggunakan kata-kata yang bermakna sama sehingga terkesan tidak efektif, namun memang sengaja untuk menegaskan suatu hal.

Contoh: Ia masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah semringah.

2. Repetisi
Gaya bahasa ini mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.

Contoh: Dia pelakunya, dia pencurinya, dia yang mengambil kalungku.

3. Retorika
Yaitu memberikan penegasan dalam bentuk kalimat tanya yang tidak perlu dijawab.

Contoh: Kapan pernah terjadi harga barang kebutuhan pokok turun pada saat menjelang hari raya?

4. Klimaks
Yaitu mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tinggi.

Contoh: Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.

5. Antiklimaks
Berkebalikan dengan klimaks, gaya bahasa untuk antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu tingkatan dari tinggi ke rendah.

Contoh: Masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggi di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing-masing.

6. Pararelisme
Gaya bahasa ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat, disebut sebagai epifora.

Contoh majas:
Kasih itu sabar.
Kasih itu lemah lembut.
Kasih itu memaafkan.

7. Tautologi
Yaitu menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.

Contoh: Hidup akan terasa tenteram, damai, dan bahagia jika semua anggota keluarga saling menyayangi.

Demikianlah pembahasan tentang Majas, materi pelajaran ini dikutip dari studiobelajar.com kontributor  Teodora Nirmala Fau, S.Hum. Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI

Cara Penulisan dan Penggunaan Tanda Baca yang Benar

Pemakaian dan penulisan tanda baca memang terkesan sepele, namun jika tidak tepat, makna dari sebuah kalimat bisa berubah. Karena hal tersebutlah, penting mengetahui berbagai penulisan dan pemakaian tanda baca-tanda baca yang ada dalam bahasa Indonesia, seperti di bawah ini.

Tanda Titik (.)
Tanda baca yang satu ini hampir selalu bisa dijumpai dalam sebuah kalimat. Menjadi penanda akhir dari rangkaian kata, tanda titik lazim diletakkan di akhir sebuah kalimat. Namun, ada juga beberapa penulisan dan pemakaian tanda baca titik (.) lainnya yang harus kamu pahami.

Dipakai untuk mengakhiri singkatan yang belum resmi. Sebagai contoh, tanda ini ditaruh setelah yang merupakan singkatan yang terhormat, hlm. yang merupakan singkatan dari halaman, ataupun a.n. yang merupakan singkatan dari atas nama.

Tanda titik (.) tidak dipakai pada judul ataupun keterangan pengirim maupun tujuan pada surat.
Tanda titik (.) tidak dipakai pada judul ataupun keterangan pengirim maupun tujuan pada surat.
Dipakai untuk membatasi singkatan pada gelar sarjana dengan bidang yang diambilnya, contohnya S.Pd yang merupakan sarjana pendidikan, S.E yang merupakan sarjana ekonomi, maupun S.Hum yang merupakan singkatan dari sarjana humaniora.

Dipakai untuk mengakhiri angka ataupun huruf pada bentuk laporan ataupun tabel.
Dipakai dalam daftar pustaka sebagai pembatas antara keterangan yang satu dengan yang lain.
Contoh: Knight, John. 2001. Wanita Ciptaan Ajaib. Bandung: Indonesia Publishing House.

Dipakai sebagai pembatas untuk angka atau bilangan ribuan ataupun kelipatannya dan dipakai pada pembatas jam dan menit dalam hitungan waktu.

Contoh: Saat ini, jumlah penduduk Jakarta hampir menembus 11.000.000 jiwa.

Tanda Tanya (?)
Tidak terlalu sulit memakai dan meletakkan tanda baca yang satu ini dalam kalimat. Berfungsi sebagai penunjuk kalimat tanya, tanda tanya kerap menggantikan posisi tanda titik (.) di akhir kalimat. Hanya saja, jika (.) lebih mengarah pada kalimat pernyataan, tanda tanya (?) cenderung mengarah pada  kalimat yang bersifat pertanyaan.

Tanda Seru (!)
Satu lagi tanda baca yang sering menggantikan posisi tanda titik (.) di akhir kalimat adalah tanda seru (!). Tanda baca yang satu ini membentuk sebuah kalimat menjadi bersifat perintah atau seruan. Akan tetapi, penggunaan tanda seru (1) juga biasa berfungsi untuk menegaskan, mengajak, atau memengaruhi seseorang.

Tanda Koma (,)
Ada beberapa fungsi dari tanda koma (,) yang cenderung ditemukan dalam percakapan ataupun kalimat sehari-hari. Berikut ini adalah pemakaian dan penulisan tanda koma (,) yang tepat dalam bahasa Indonesia.

Menjadi pemerinci dalam sebuah kalimat yang memiliki subjek, objek, maupun keterangan yang lebih dari dua. Pemakaiannya selalu berada di akhir kata yang dirincikan. Khusus pada kata terakhir, pastikan (,) berada sebelum dan maupun atau yang menjadi kata hubung.
Contoh: Ibu membeli ayam, telur, sayuran, dan bumbu dapur di pasar.

Menjadi pemisah antara anak kalimat yang letaknya berada mendahului induk kalimat.
Contoh: Karena hujan lebat dan tidak membawa payung, Rina menjadi telat pulang ke rumah.

Menjadi pemisah antara petikan kalimat langsung dengan kalimat utama. Jika petikannya berada belakang pengujar, tanda koma (,) diletakkan sebelum petikan langsung. Namun, jika petikan kalimat langsungnya mendahului pengujar, tanda koma (,) diletakkan di akhir petikan, sebelum tanda kutip (“).

Contoh:

Melihat Andy tiba di rumah dengan kondisi basah kuyub, ibu lantas berkata, “Kamu pasti tidak bawa payung.”
“Kamu pasti tidak bawa payung,” kata ibu saat melihat Andy tiba di rumah dengan kondisi basah kuyub.
Menjadi pemisah antara nama dengan gelar.
Contoh: Akhirnya, ia berhasil menjadi sarjana dan kini ia bergelar Ayuningtias, S.E.

Menjadi pemisah nama pengarang yang dibalik pada daftar pustaka.
Contoh: Christian, Diego. 2016. Kepada Gema. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Menjadi pembatas antara satu keterangan dengan keterangan lain yang ada di catatan kaki.
Contoh: Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Rakyat, 150), hlm. 20.

Mengapit keterangan tambahan di dalam kalimat.

Contoh: Pria yang hampir berusia 80 tahun tersebut, Pak Kusnan, rutin berjalan pagi keliling kompleks tiap harinya.

Tanda Titik Dua (:)
Meskipun jarang ditemui pada kalimat sehari-hari, kenyataannya tanda baca yang satu ini masih penting digunakan dalam beberapa tipe tulisan, seperti berikut ini.

Dipakai untuk membatasi antara sebuah keterangan dengan rinciannya.
Contoh: Menjelang tahun ajaran baru, ibu sibuk membelikan kamu perlengkapan sekolah: seragam, sepatu, peralatan tulis, juga tas.

Dipakai dalam dialog pada naskah drama yang membatasi antara pengujar dan kalimat yang diucapkan.
Dipakai sebagai batas antara penerbit dengan kota penerbit dalam daftar pustaka.
Dipakai sebagai pembatas keterangan dalam tulisan yang bersifat laporan.
Contoh:

Nama                                :

Tempat Tangga lahir        :

Alamat                             :

Tanda Titik Koma (;)
Pada dasarnya, tanda baca yang satu ini bersifat hampir sama dengan tanda koma (,) di dalam kalimat. Namun, titik koma (;) baru digunakan jika ada dua penempatan tanda koma (,) yang salah satunya bersifat lebih tinggi daripada yang lain. Contohnya pada kalimat majemuk yang memiliki rincian di dalamnya.

Contoh: Sebelum pergi berlibur; aku sudah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari pakaian, tiket hotel, kamera, sampai peralatan mandi.

Tanda Hubung (-)
Tanda baca yang satu ini juga termasuk yang sering dijumpai penggunaannya dalam kalimat sehari-hari. Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang membaut tanda hubung harus dicantumkan dalam sebuah kalimat.

Dipakai sebagai penghubung antara kata-kata yang mengalami pengulangan.
Contoh: Anak-anak bermain di taman hingga menjelang senja.

Dipakai sebagai penghubung antara imbuhan Indonesia dengan kata asing.
Contoh: Riasan wajahnya begitu rapi karena di-make up langsung oleh perias profesional.

Tanda Pisah (—)
Sepintas tanda baca yang satu ini mirip dengan tanda hubung (-), hanya saja bentuknya lebih panjang. Namun, tentu penggunaannya berbeda. Berikut ini adalah pemakaian dan penulisan tanda pisah (—) yang tepat dalam bahasa Indonesia.

Seperti fungsi tanda koma (,); tanda baca yang satu ini juga dipakai sebagai pengapit keterangan tambahan dalam sebuah kalimat.
Menjadi pengganti kata sampai atau hingga dalam keterangan waktu.
Contoh:  Acara perpisahan pada malam itu berlangsung pukul 20.00—23.00.

Tanda Petik (‘…’)
Ada dua pemakaian tanda petik yang penting dalam kalimat di bahasa Indonesia, seperti berikut ini.

Dipakai mengapit istilah yang maknanya bersifat konotatif atau tidak sebenarnya.
Dipakai untuk mengapit makna kata yang memang dicantumkan dalam kalimat.
Tanda Kutip (“…”)
Tanda baca yang satu ini sebenarnya adalah penggunaan ganda dari tanda petik. Hanya saja, fungsinya jauh berbeda dari tanda petik. Beberapa pemakaian tanda kutip (“…”) yang tepat kalimat di bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Dipakai untuk mengapit judul rubrik, judul makalah, bab buku, atau judul karangan lain yang berlum diterbitkan.

Contoh: Skripsinya berjudul “Analisis Perbandingan Dongeng-dongeng Nusantara dengan Cerita Rakyat dari Negara Lain”.

Dipakai sebagai pengapit kalimat langsung.
Contoh: Pak RT menyampaikan, “Mulai bulan depan, besar iuran kebersihan akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat daripada semulai.”

Tanda Garis Miring (/)
Sering dianggap sebagai tanda baca yang kurang formal, sebenarnya garis miring (/) punya peran penting dalam persuratan, yaitu menjadi pembatas dalam nomor surat. Selain itu, pada dasarnya fungsi tanda baca ini adalah menggantikan kata tiap. *** Teodora Nirmala Fau - Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI