Monday, March 16, 2020

Pengertian Kerja Sama Antarnegara

Indonesia mengadakan kerja sama dengan negara-negara tetangga. Kerja sama itu dilakukan dalam rangka saling memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan, dan mewujudkan rasa aman di wilayah tersebut. Dengan demikian, apabila kerja sama itu terjalin baik maka tujuan mulia tersebut dapat menjadi kenyataan.

 Pada dasarnya itulah keinginan dari masyarakat bangsa-bangsa di dunia. Bagaimana peran Indonesia dalam rangka mewujudkan kerja sama di wilayah Asia Tenggara?

Pada posting ini siswa diharapkan dapat menjelaskan kerja sama antarnegara-negara di kawasan Asia Tenggara dan juga dapat memberikan contoh tentang peran bangsa Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara.

Kerja Sama Antarnegara

Pengertian Kerja Sama Antarnegara :
Kerja sama antarnegara adalah bentuk hubungan yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain yang bertujuan  untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan untuk kepentingann egara-negara tersebut .

Kerja sama antarnegara adalah bentuk hubungan yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain yang bertujuan  untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan untuk kepentingann egara-negara tersebut . 

Kerja sama antarnegara disebut pula kerja sama internasional. Misalnya kerja sama Indonesia
dengan Singapura sudah merupakan bentuk kerja sama antarnegara atau kerja sama internasional.


1. Pengertian Kerja Sama Antarnegara

Kerja sama internasional mencakup berbagai bidang. Artinya hal-hal yang dijadikan
isi kerja sama tersebut adalah bidang atau urusan dari negara-negara yang terlibat.
Bidang tersebut mencakup kerja sama di bidang politik, sosial, pertahanan keamanan,
kebudayaan, dan kerja sama bidang ekonomi.

Misal kerja sama Indonesia dengan Timor Leste mengenai masalah eks pengungsi
Timor Timur yang masih berada di perbatasan  merupakan kerja sama di bidang pertahanan
keamanan  Kerja sama internasional tidak hanya dilakukan oleh satu negara dengan satu negara lain. Kerja sama dapat dilakukan  oleh banyak negara mengenai suatu urusan tertentu.

Berdasarkan hal ini maka kerja sama antarnegara atau kerja sama internasional ada dua jenis, yaitu;
a. Kerja sama bilateral, yaitu kerja sama yang dilakukan oleh
dua negara. Misal kerja sama Indonesia dengan Australia,
kerja sama India dengan Cina
b. Kerja sama multilateral, adalah kerja sama yang
dilakukan oleh lebih dari dua negara peserta. Misal kerja
sama antara Indonesia, India dan Jepang, negara
antarnegara-negara yang tergabung dalam ASEAN
Kerja sama antarnegara dapat dilakukan oleh negaranegara
yang berada di suatu wilayah atau kawasan tertentu.
Negara-negara tersebut mengadakan kerja sama untuk urusan
yang berkaitan dengan kepentingan negara di wilayah tersebut.
Misalnya kerja sama antarnegara di Asia Selatan, kerja sama
negara-negara yang berada di wilayah Samudra Pasifik. Kerja
sama tersebut disebut kerja sama regional. Artinya kerja sama
antarnegara yang berada di region atau wilayah tertentu.
Di sisi lain kerja sama antarnegara tidak hanya terbatas
dalam satu wilayah. Suatu negara bisa bekerja sama dengan
negara lain meskipun letaknya berjauhan, tidak dalam satu
wilayah. Misal kerja sama antara Indonesia dengan Belanda
mengenai perdagangan batik.

2. Pentingnya Kerja Sama Antarnegara
Mengapa negara perlu melakukan kerja sama internasional?
Negara dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyatnya tidak mungkin mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Hal ini karena semua kebutuhan yang diperlukan tidak bisa
terdapat di suatu negara. Misalkan apakah Indonesia mampu memenuhi kebutuhan susu dan daging untuk seluruh warganya? Meskipun daging dan susu ada, namun jumlah
produk itu amat terbatas jadi masih membutuhkan dengan
cara mengimpor dari negara lain. Nah, untuk mengimpor kedua
produk tersebut, Indonesia perlu mengadakan kerja sama
misal kerja sama dengan negara Australia yang dikenal sebagai
produsen susu dan daging dunia.

Masih banyak contoh-contoh lain, yang menyebabkan
sebuah negara perlu mengadakan hubungan dan kerja sama
dengan negara lain dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup
rakyat dan kepentingan nasionalnya. Bisakah kalian memberi
contoh?

Dengan demikian banyak manfaat yang dapat diperoleh
suatu negara jika mau melakukan kerja sama dengan negara
lain ataupun kerja sama dengan banyak negara. Manfaat
tersebut antara lain:
a. Bisa memenuhi kebutuhan hidup negara itu.
b. Suatu negara bisa mengekspor produknya ke luar negeri.
c. Suatu negara bisa mengimpor produk luar negeri.
d. Saling memberi kepercayaan antarnegara.
e. Mendapat bantuan bagi negara yang sedang kekurangan
atau mendapat bencana.
f. Menciptakan rasa aman dalam melakukan hubungan
internasional.
g. Bisa belajar dari pengalaman dan keberhasilan negara
lain.
h. Terjadi alih teknologi antarnegara.
i. Ikut mensejahterakan warga dunia.
Apa yang terjadi seandainya suatu negara tidak mau
melakukan kerja sama internasional ? Seandainya ada, lamakelamaan
negara tersebut tidak akan mampu memenuhi
kebutuhan hidup yang semakin berkembang. Negara tersebut
akan menjadi negara yang tertutup atau terisolasi dari
perkembangan dunia luar.

Dalam sejarahnya Cina dan Jepang sebelum perang
dunia II pernah menjadi negara tertutup. Namun, akhirnya
membuka diri terhadap perdagangan dan kemajuan dari
negara-negara maju khususnya negara Barat. Sekarang Cina
dan Jepang membuktikan diri sebagai negara yang
ekonominya berkembang pesat. Hal ini karena kemauan untuk
berhubungan dengan negara lain. Negara yang menutup diri
dari dunia internasional umumnya akan menjadi negara miskin
dan tidak sejahtera kehidupan rakyatnya. Dapatkah kalian
sekarang ini memberi contoh suatu negara yang tertutup bagi
negara lain?
Negara Indonesia sejak awal bernegara telah terbuka dan
melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain. Hal ini
didorong oleh semangat ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Negara Indonesia berada di wilayah Asia Tenggara yang dihuni banyak negara. Negara-negara di sekitar dan dekat dengan Indonesia tersebut lazim disebut negara
tetangga.

Siapa saja negara-negara tetangga Indonesia?
Negara-negara tetangga Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Singapura
b. Malasyia
c. Brunei Darussalam
d. Philipina atau Filipina
e. Thailand
f. Timor Leste
g. Australia
h. Republik Kepulauan Palau

Tahukah kalian di mana letak negara-negara tersebut? Di
samping negara tetangga, ada pula negara-negara yang masih
dalam wilayah Asia Tenggara, seperti Laos, Kamboja, Vietnam
dan Myanmar. Di luar itu masih ada negara lain seperti
Cina, Jepang dan Korea yang berada di Asia Timur. Negara
India, Pakistan, Nepal dan Bangladesh di wilayah Asia Selatan.
Dengan negara-negara tersebut Indonesia mengadakan hubungan internasional.

Kerja Sama Negara-negara di Asia Tenggara
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara saling mengadakan kerja sama. Kerja sama itu diwujudkan dalam bentuk:
1. Kerja sama antardua negara yang disebut kerja sama bilateral.
2. Kerja sama antarlebih dari dua negara yang disebut kerja sama multilateral.
3. Kerja sama dengan cara membentuk organisasi bersama seperti ASEAN.

Negara Indonesia terlibat aktif dalam tiga bentuk kerja sama tersebut. Kerja sama itu meliputi berbagai bidang seperti bidang politik, keamanan, ekonomi dan perdagangan,
pariwisata dan kebudayaan, serta teknologi.

Contoh kerja sama bilateral Indonesia dengan negara
tetangga ini antara lain:
a. Kerja Sama Indonesia dengan Singapura

1) Kerja sama pengembangan Pulau Batam dan Kepulauan
Riau dalam rangka mendukung industri di Singapura.
2) Kesepahaman antara Politeknik Batam dan Nanyang
Polytechnic. Pada intinya kedua pihak sepakat untuk
mengembangkan kerja sama teknik berupa pertukaran staf pengajar dan siswa.
3) Latihan perang bersama antara angkatan bersenjata
Singapura dan TNI di wilayah Indonesia.
b. Kerja Sama Indonesia dengan Brunei Darussalam
1) Mulai membuka hubungan diplomatik Rl - Brunei
Darussalam yang dibuka resmi pada tanggal 1 Januari
1984 dan kedua pihak menempatkan wakilnya yang
berkedudukan di ibu kota masing-masing pada tingkat
kedutaan besar.
2) Pembelian pesawat-pesawat IPTN dan kesediaan Brunei
mendanai proyek-proyek gedung. Kerja sama selatan-selatan
GNB di Jakarta.
3) RRI dan RTB pada tahun 1995 mulai mengadakan kerja
sama acara "Siaran Titian Muhibah" dan program
"Berbalas Pantun" serta kerja sama pertukaran kunjungan
staf penerangan untuk saling bertukar pengalaman di
bidang metode dan keterampilan di bidang penerangan.
c. Kerja Sama Indonesia dengan Malaysia
1) Pembentuk komisi bersama RI-Malaysia bagi kerja sama
bilateral pada tanggal 20 Juli 1991.
2) Pertukaran juru penerangan, Kelompencapir, dan Titian
Muhibah.
3) Penyelesaian masalah TKI yang bekerja di Malaysia.
d. Kerja Sama Indonesia dengan Thailand
1) Terjalin hubungan baik antara kedua negara dengan bukti
adanya kunjungan para pemimpin kedua negara.
2) Kerja sama bidang pertanian.
3) Kerja sama bidang pariwisata.

e. Kerja Sama Indonesia dengan Filipina
1) Pembentukan komisi bersama Indonesia-Filipina pada
saat kunjungan kenegaraan Presiden Fidel V. Ramos ke
Jakarta tahun 1993.
2) Pertemuan komisi bersama Indonesia-Filipina pada tahun
1995, 1998, dan tahun 2002.
f. Kerja Sama Indonesia dengan Kamboja
1) Pembentukan Komisi Bersama Indonesia-Kamboja tahun
1997.
2) Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/
Nota Kesepakatan) mengenai kerja sama
membuka lahan kelapa sawit di Kamboja antara PT.
Mestika Sawit Intijaya dengan partner Kamboja Mong
Rethy Group Co. ltd pada tahun 2003.
3) Indonesia setiap tahunnya memberikan kesempatan
kepada para trainer dari berbagai instansi pemerintah
Kamboja untuk mengikuti program pelatihan di berbagai
bidang cukup penting guna meningkatkan sumber daya
manusia Kamboja.
4) Selama tahun 2003-2004 Indonesia telah memberikan
kesempatan kepada sejumlah 23 trainer Kamboja untuk
mengikuti program pelatihan di bidang transportasi dan
energi.
g. Kerja Sama Indonesia dengan Myanmar
1) Adanya MoU kerja sama antara pihak RCTI dan
Departemen Radio dan televisi Myanmar pada tahun
1999.
2) Perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B).
3) Saling ekspor-impor kedua negara. Komoditi utama
ekspor Indonesia antara lain peralatan transportasi, logam
dasar dan barang manufaktur, serta minyak goreng.
Komoditi utama impor Indonesia antara lain kacangkacangan,
beras, dan hasil-hasil laut.
h. Kerja Sama Indonesia dengan Laos
1) Pada bulan Mei 2004, kedua negara telah menandatangani
Agreed Minutes Komisi Bersama Tingkat Menteri yang
pertama di Jakarta.

2) Saling ekspor impor kedua negara. Komoditi ekspor
Indonesia: Luxury goods, makanan, pakaian, dan
kendaraan. Sedangkan komoditi impor Indonesia:
garment.
3) Indonesia dan RDR Laos telah terdapat MoU kerja sama
di bidang penerangan yang ditandatangani tahun 1992.
i. Kerja Sama Indonesia dengan Vietnam
1) Pertukaran kunjungan antara pemimpin dan pejabat kedua
negara, misalnya kunjungan resmi presiden RI ke Hanoi
tanggal 25-27 Juni 2003 dan kunjungan menteri dalam
negeri Vietnam ke Jakarta bulan Juni 2004.
2) Perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik
dan dinas untuk kunjungan singkat 2 minggu melalui
pertukaran nota dan bebas visa untuk paspor biasa untuk
kunjungan selama 30 hari.
3) Penandatanganan beberapa MoU bidang perdagangan
antara lain: MoU on Counter Trade Arrangement (2003);
MoU on Fisheries Cooperation (2003), MoU on Trade
Cooperation antara PT. Niaga Kawan Sukses Indonesia
dengan SOHAFARM Vietnam (2003);Technical Agreement
di bidang program ekspor kopi robusta antara
Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia/AEKI dengan Asosiasi
Kopi dan Cocoa Vietnam/VICOFA (2003).

Kerja Sama Multilateral Indonesia dengan Negara Tetangga
Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang
tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi lebih dari dua negara
dalam suatu kawasan. Disebut apa jika kerja sama itu
melibatkan dua negara?
Indonesia juga menjalin kerja sama multilateral dengan
negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Contoh kerja sama
tersebut antara lain:
a. Perjanjian pemeliharaan aktivitas keamanan lintas negara
antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada tanggal
7 Mei 2002. Melalui kesepakatan tersebut diharapkan
ketiga negara dapat saling bekerja sama dan
berkoordinasi dalam menghadapi masalah-masalah lintas
negara yang akan mengganggu keamanan dalam negeri
masing-masing.

b. Kerja sama kebudayaan antara Indonesia, Malaysia, dan
Brunei yang masih dalam satu rumpun bahasa. Misalnya
dengan program Titian Muhibah.
c. Kerja sama penanganan masalah terorisme dan
kejahatan lintas negara antara Indonesia, Malaysia, dan
Singapura. Misalnya, dengan melibatkan kepolisan ketiga
negara tersebut.
d. Pembentukan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippine East
ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada tahun 1994.
Jadi, kerja sama multilateral Indonesia dengan negara
tetangga meliputi bidang politik, keamanan, dan kebudayaan.

3. Pembentukan Organisasi Bersama di Wilayah Asia Tenggara yaitu
ASEAN
a. Sejarah Berdirinya ASEAN
ASEAN, singkatan dari "Association of South East Asian
Nations" atau Persatuan Negara-negara Asia Tenggara
(Perbara). ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di
Bangkok, Thailand. Pada waktu itu pembentukan ASEAN
dipelopori oleh lima negara yaitu Indonesia, Malaysia,
Singapura, Filipina, dan Thailand yang sekaligus menjadi
anggota pertama ASEAN. Proses penandatanganan dilakukan
dalam satu perjanjian yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok.
Deklarasi itu ditandatangani oleh para pemimpin kelima negara
yaitu:
1) Adam Malik (Indonesia).
2) Narsisco R. Ramos (Filipina)
3) Tun Abdul Razak (Malaysia)
4) S. Rajaratnam (Singapura)
5) Thanat Khoman (Thailand)
Hafalkan pemimpin kelima negara yang ikut
menandatangani Deklarasi Bangkok tersebut?
b. Tujuan dan Anggota ASEAN
Tujuan utama berdirinya ASEAN adalah meningkatkan
hubungan dan kerja sama antara negara-negara tersebut
dalam rangka keamanan dan kesejahteraan.
Di dalam Deklarasi ASEAN disebutkan bahwa tujuan
pendirian organisasi kerja sama kawasan ASEAN ini adalah
untuk:
1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi.
2) Mengembangkan kerja sama sosial budaya.
3) Memperkokoh perdamaian dan stabilitas kawasan.
Jumlah anggota ASEAN sekarang ada sepuluh negara
anggota. Selain Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan
Thailand, lima anggota baru ASEAN adalah sebagai berikut.
1) Brunei Darussalam (8 Januari 1984)
2) Vietnam (28 Juli 1995)
3) Myanmar (23 Juli 1997)
4) Laos (23 Juli 1997)
5) Kamboja (30 April 1999)
Jadi, hampir semua negara Asia Tenggara menjadi anggota ASEAN kecuali Timor Leste dan Papua Nugini.


c. Kegiatan Kerja Sama dalam ASEAN
Beberapa kegiatan yang diselenggarakan ASEAN dalam
rangka peningkatan kerja sama antarnegara anggota antara  lain:
1) Mengadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN yang
dihadiri para pemimpin negara anggota. Pada KTT dibicarakan berbagai hal mengenai kerja sama di berbagai bidang. KTT diselenggarakan setiap tahun sekitar bulan Oktober-November.
2) Pembentukan komunitas ASEAN dan komunitas
keamanan ASEAN beserta rencana aksinya.
3) Pembentukan yayasan ASEAN dalam rangka kegiatan pengembangan sumber daya manusia.
4) Pada tanggal 6 Januari 2005, para pemimpin ASEAN menyelenggarakan pertemuan khusus pasca gempa bumi dan tsunami (KTT Tsunami) di Jakarta. Pertemuan
ini menghasilkan Deklarasi Jakarta yang bertujuan untuk aksi dan memperkuat bantuan darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, dan pencegahan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami.
5) Kerja sama ASEAN bidang kejahatan lintas negara tahun 1997 dengan ditandatanganinya ASEAN Declaration on Transnational Crime yang berisi mengenai usaha-usaha  ASEAN dan komitmen untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam memerangi kejahatan lintas negara.

Artikel Terkait